Hai, aku menyebutmu F-Squarepants
yaa
Entah kamu membaca untaian kata
ini atau tidak
Tapi aku yakin, jika kamu membaca
ini kamu pasti tahu betul untuk siapa rangkaian ini.
-Takdir-
Sampai saat ini dan semoga selalu,
aku masih merasakan Allah begitu baiknya. Allah mempertemukan kita,
mempertemukan aku dengan sosok sempurna menurutku untuk aku.
Tidak ada yang menyangka, webinar
yang aku ikutin iseng-iseng ehh berhadiah bertemu dan dekat denganmu.
Hari demi hari berlalu, siapa
yang menyangka kita bisa saling memberikan kehangatan kala itu hanya berawal 17
Februari 2022 dari sebuah reply story WA terkait open recruitment organisasi
yang kamu pimpin.
Berawal hanya dari sebuah
keinginan untuk saling mendukung satu sama lain layaknya “teman” namun takdir
menggiring kita ke arah lain.
Seketika, hari yang biasanya aku
lalui dengan “biasa saja tanpa siapa-siapa”, kemudian berubah menjadi lebih
menarik aku untuk masuk dan menerima “butuh orang lain sebagai rumahku”.
Takdir semakin bias, hingga kamu
menempuh perjalanan Jakarta-Solo. Bahagia dan bingung paket lengkap yang aku
harus lalui. Pada akhirnya 9 Juni 2022 kamu menyatakannya dan merupakan hal
pertama bagiku merasakan realita itu serta pengakuanmu pertama mengungkapkannya
secara langsung.
Hari sebegitu berubahnya, semakin
terang tanpa adanya hujan bahkan gerimis. Pelangi indah setiap hari yang aku
lihat.
28 September 2022, pelangi indah
yang memperlenakanku tiba-tiba bergeser seolah-olah gerimis iri. Bermula gerimis,
namun ternyata hujan bahkan badai tak ingin tertinggal.
Duka.
Perlahan berusaha untuk melawan awan
yang membawa gerimis-gerimis hanya dengan kekuatan doa dan usaha. Nyatanya tidak
mampu untuk menggesernya seperti sedia kala. Pelangiku, yang setiap hari
menemaniku berubah kabut yang menyelimuti.
Mencoba bertahan dengan segala godaan
dan ujian, nyatanya belum mampu mengembalikannya.
Dari ini aku merasakan, rasa
tulus sesungguhnya. Tulus mengajarkanku untuk melawan semua hal.
MARI SAMA-SAMA MEMPERBAIKI DIRI :)