Revolusi Amerika
Akhir- akhir ini,
penerapan akan nilai- nilai serta kewajiban untuk menjunjung tinggi hak asasi
manusia mengalami penurunan. Oleh karena itu kita wajib menjunjung tinggi serta
menghormati akan nilai hak asasi manusia tersebut, karena pada hakikatnya
setiap manusia memiliki hak asasi masing- masing yang mereka bawa sejak lahir
dan tidak dapat dicabut. Sehigga manusia biasanya akan melakukan suatu bentuk
pertentangan untuk merubah keadaan seperti apa yang mereka inginkan, yang
disebut dengan revolusi. Revolusi
merupakan perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial)
yang dalam
dilakukan dengan
kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata).
Adapun
pengertian revolusi menurut para ahli akan dijabarkan sebagai berikut:
Menurut Funk,
Wagnalls (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1) revolusi adalah sebuah perubahan sosial atau politik dengan
memakai tindakan secara paksa, dipengaruhi oleh kekejaman dan bentrok senjata;
revolusi juga berarti perubahan sistem politik, namun secara cepat dan total,
melalui cara-cara di luar konstitusi dan pengingkaran atas lembaga
pemerintahan. Lain halnya menurut Black’s
Law Ditionary (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1)revolusi diartikan “on overthrow of a government usu. Resulting in
fundamental political change, a successful rebellion”(meruntuhkan
pemerintah yang ada, menghasilkan perubahan politik secara fundamental, dan
sebuah pemberontakan yang sukses). Sedangkan menurut Samuel Huntington (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1) merumuskan revolusi sebagai suatu penjungkirbalikan nilai-nilai, mitos,
lembaga-lembaga politik, struktur sosial, kepemimpinan, serta aktifitas maupun
kebijaksanaan pemerintah yang telah dominan di masyarakat.
Jadi,
revolusi adalah suatu perubahan dalam segala bidang, biasanya sistem politik
atau pemerintahan yang terjadi dalam suatu tempat, atau wilayah dan berlangsung
secara cepat, biasanya diawali ketidak inginan suatu kelompok mengenai suatu
hal sehingga mengakibatkan bentrokan antara suatu kelompok dan pihak yang tidak
diinginkan.
Adapun salah
satu peristiwa revolusi yang mungkin tidak asing bagi kita adalah revolusi yang
terjadi pada suatu Negara yang dahulunya dijajah oleh bangsa lain, namun
sekarang menjadi salah satu Negara adidaya, yakni revolusi Amerika. Pada tahun 1942 dianggap sebagai awal dari
kolonisasi Eropa atau benua Amerika. Pada tahun yang sama Christopher Columbus
berlabuh di Kepulauan Karibia, Dominika, dan Puerto Rico. Penjelajahan yang
dilakukannya ini awalnya bertujuan ke Hindia Timur (India). Setelah mengarungi Samudra
Atlantik, ia berlabuh di salah satu benua yang awalnya ia kira adalah India
sehingga ia menyebut penduduk asli daerah itu adalah “Indian”.Penemuan tersebut
membuat Eropa pun genpar karena marasa lelah menemukan sebuah ‘Dunia Baru”.
Sebelumnya, bagi orang Eropa , dunia ini hanya terdiri atas Eropa, Asia,
Afrika, yang disebut dengan dunia lama. Menurut Hapsari dan Adil (2014:202)
Dengan kedatangan tersebut, perlu diketahui bahwa Christopher
Columbus tidak hanya sendiri, melainkan juga
mengerahkan tiga buah kapal. Setelah kedatangan Colombus, pada beberapa
tahun selanjutnya awal abad ke-16 seorang navigator dan pedagang dari Florence,
Italia yang bernama Amerigo Vespucci tiba di Amerika.
Kedatangan Vespucci menyadarkan banyak orang Eropa, bahwa daerah
yang ia datangi tersebut sebenarnya merupakan daerah baru yang belum pernah
dikunjungi oleh orang Eropa sebelumnya. Pada tahun tahun selanjutnya setelah
kedatangan kedua pelaut tersebut, maka dimulailah gelombang migrasi
orang-orang Eropa ke Benua Amerika. Orang-orang Inggris dan Perancis pada
umumnya banyak menetap di Amerika Utara, sedangkan orang-orang Portugis dan
Spanyol banyak mendirikan koloni di Amerika Selatan. Kedatangan mereka ini
dikarenakan karena beberapa motivasi sehingga menyebabkan mereka untuk
berdatangan dan bertempat tinggal di Amerika. Akan tetapi,lambat-laun mereka
membentuk koloni-koloninya hingga sebanyak 13 koloni.
Pada tahun 1607 Inggris mendirikan
koloni pertamanya serta membentuk kongsi dagang dengan nama East India Company (EIC). Setelah itu
Iggris terlibat perang dengan Spanyol, dan Prancis, namun Inggris mampu
menguasai 13 koloni yang bertempat tinggal di Amerika. Hal ini memicu hubungan yang tegang antara
Inggris dan Prancis yang mengarah ke peperangan. Perang tersebut berlangsung
selama tujuh tahun (1756-1763) dengan kemenangan berada ditangan Inggris.
Untuk
mengganti kerugian perang selama tujuh tahun tersebut, Inggris menetapkan pajak yang tinggi bagi daerah koloninya, yaitu:
a)
Sugar Act (undang-undang
gula, 1764) pajak terhadap setiap impor gula kaum koloni Amerika.
b)
Stampt Act
(undang-undang materai, 1765) pemberlakuan bawa materia terhadap segala dokumen
resmi yang dikeluarkan koloni Amerika.
c)
Townsend
Act(undang-undang tawnsend) yaitu pemberlakuan pajak terhadap timah, cat, gelas
,dan kertas.
d) Tea Act (undang-undang teh, 1773) yaitu aturan
monopoli teh isi yang mengharuskan kaum koloni membeli teh hanya kepada
EIC(Kongsi dagang Inggris).
Hal
ini membuat daerah koloninya memulai aksi penolakannya terhadap semua
Undang-Undang serta kebijakan Inggris, berupa pemboikotan terhadap teh Inggris
dengan melakukan pembuangan muatan teh yang diangkut
oleh kapal yang sedang Merapat di pelabuhan Boston (the Boston Tea Party).
Disamping itu karena mereka telah lama mengenal faham liberal/kebebasan dalam
politik. Sehingga membuat Inggris marah, dan memaksa daerah koloni untuk
membayar pajak dan menghentikan pemberontakan namun Amerika tetap pada
pendiriannya yakni tidak mau mentaati perintah Inggris.
Sebagai reaksi terhadap pertempuran tersebut, maka pada
bulan Oktober 1774 diadakan pertemuan bersama 13 koloni di Philadelphia.
Pada kongres pertama tersebut kaum koloni belum
membicarakan mengenai kemerdekaan Amerika, dan belum memiliki kejelasan sikap
tentang motivasi peperangan mereka melawan Pemerintah Inggris.
Maka pada tahun 1775 diadakan Kongres kedua dengan keputusan 13
koloni tidak lagi mengakui wewenang parlemen Inggris atas kaum koloni Amerika.
Pada kongres kongres itu kaum koloni belum membicarakan mengenai kemerdekaan
mereka bertempur melawan tentara Inggris karena mereka merasa tertindas oleh
aturan-aturan Inggris , akan tetapi hal ini berubah setelah pada tahun 1776
orang Amerika membaca buku Thomas paine common sense, yang berisi tentang alasan mengapa Amerika harus merdeka. Lalu pada bulan Juli 1776 diadakan Kongres ketiga dengan
keputusan untuk mendeklarasikan kemerdekaan (Declaration of independence) pada
4 Juli 1776.
Pendeklarasian kemerdekaan Amerika ini segera mengundang reaksi
hebat dari Inggris, yang lalu terjadilah perang kemerdekaan Amerika.
Dalam perang kemerdekaan, Amerika mendapat bantuan dari pasukan Perancis
dibawah Jendral Lafayette, selain Perancis Spanyol juga ikut membantu
karena dahulunya Inggris adalah musyuh Spanyol dan Prancis.. Akhirnya
pada 3 September 1783 ditandatangani perjanjian Paris yang isinya Inggris mengakui
kemerdekaan Amerika Serikat.
(dalam http://www.hariansejarah.id/2017/01/revolusi-amerika-1775-1783-dari-koloni.html., 2017:1).
(dalam http://www.hariansejarah.id/2017/01/revolusi-amerika-1775-1783-dari-koloni.html., 2017:1).
Peristiwa ini memotivasi kita untuk selalu menjunjung tinggi betapa
berharganya nilai hak asasi manusia serta kewajiban kita untuk menghormatinya. Semoga kita semua dapat
berpartisipasi dalam menegakkan keadilan yang kini kian melemah.
Daftar Pustaka
kbbi.web.id/revolusi. 2017. Pengertian Revolusi. http://kbbi.web.id/revolusi. Diakses pada 29 Juli 2017. Pukul 10:08:25.
infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html.
2016.
Pengertian Revolusi Menurut Para Ahli. http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-
Hapsari, Ratna dan M Adil. 2014. Sejarah Indonesia: Kelompok Peminatan Kelas 2 SMA. Jakarta: Erlangga.
Sejarah, Teman. 2017. Revolusi Amerika (1775-1783), Dari Koloni menjadi Negara Adi Kuasa. http://www.hariansejarah.id/2017/01/revolusi-amerika-1775-1783-dari-koloni.html. Diakses pada 29 Juli 2017. Pukul