Sabtu, 08 Oktober 2022

F-Squarepants

 

Hai, aku menyebutmu F-Squarepants yaa

Entah kamu membaca untaian kata ini atau tidak

Tapi aku yakin, jika kamu membaca ini kamu pasti tahu betul untuk siapa rangkaian ini.


-Takdir-

Sampai saat ini dan semoga selalu, aku masih merasakan Allah begitu baiknya. Allah mempertemukan kita, mempertemukan aku dengan sosok sempurna menurutku untuk aku.

Tidak ada yang menyangka, webinar yang aku ikutin iseng-iseng ehh berhadiah bertemu dan dekat denganmu.

Hari demi hari berlalu, siapa yang menyangka kita bisa saling memberikan kehangatan kala itu hanya berawal 17 Februari 2022 dari sebuah reply story WA terkait open recruitment organisasi yang kamu pimpin.

Berawal hanya dari sebuah keinginan untuk saling mendukung satu sama lain layaknya “teman” namun takdir menggiring kita ke arah lain.

Seketika, hari yang biasanya aku lalui dengan “biasa saja tanpa siapa-siapa”, kemudian berubah menjadi lebih menarik aku untuk masuk dan menerima “butuh orang lain sebagai rumahku”.

Takdir semakin bias, hingga kamu menempuh perjalanan Jakarta-Solo. Bahagia dan bingung paket lengkap yang aku harus lalui. Pada akhirnya 9 Juni 2022 kamu menyatakannya dan merupakan hal pertama bagiku merasakan realita itu serta pengakuanmu pertama mengungkapkannya secara langsung.

Hari sebegitu berubahnya, semakin terang tanpa adanya hujan bahkan gerimis. Pelangi indah setiap hari yang aku lihat.

28 September 2022, pelangi indah yang memperlenakanku tiba-tiba bergeser seolah-olah gerimis iri. Bermula gerimis, namun ternyata hujan bahkan badai tak ingin tertinggal.

Duka.

Perlahan berusaha untuk melawan awan yang membawa gerimis-gerimis hanya dengan kekuatan doa dan usaha. Nyatanya tidak mampu untuk menggesernya seperti sedia kala. Pelangiku, yang setiap hari menemaniku berubah kabut yang menyelimuti.

Mencoba bertahan dengan segala godaan dan ujian, nyatanya belum mampu mengembalikannya.

Dari ini aku merasakan, rasa tulus sesungguhnya. Tulus mengajarkanku untuk melawan semua hal.

MARI SAMA-SAMA MEMPERBAIKI DIRI :)

Selasa, 06 November 2018

Sekolah Pembaharu Negeri





Selasa, 06 November 2018.
Sekolah Pembaharu Negeri (SPN) 2018 kali ini, diselenggarakan pada bulan September yang ditandai dengan acara Grand Opening pada tanggal 28-30 September 2018 dan dibuka langsung oleh presiden BEM FKIP Universitas Sebelas Maret bertempat di Karang Pandan, Karang Anyar, Jawa Tengah.
Disini kami diajarkan bagaimana pengembangan kemampuan soft skill pada diri seseorang yang nantinya sangat bermanfaat bagi seseorang dengan harapan mampu menjadi pemimpin baik dengan dirinya sendiri maupun orang lain.
Lalu apakah altruisme? Dan kepekaan sosial itu?
Sebetulnya adalah satu kesatuan yang memiliki arti yang sama. Hakikatnya manusia sebagai makhluk sosial tentunya dihadapkan pada persoalan-persoalan kehidupan yang dalam proses penyelesaiannya membutuhkan orang lain. Pentingnya kepekaan sosial ini diperlukan sebagai salah satu pendukung kehidupan manusia yang harmonis. Dengan menghilangkan sikap "ke-aku-an" serta perlunya menumbuh kembangkan Character Building akan membuat kita jauh menjadi pribadi yang baik.

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
6 Oktober 2018
Pada kelas besar yang pertama ini, kami belajar mengenai
Wawasan kebangsaan dan wawasan nusantara merupakan suatu hal yang sukar untuk dipisahkan. Kedua sikap cara pandang inilah memilki peran penting dalam membentuk kepribadian serta jati diri bangsa terutama pada kalangan remaja(mahasiswa). Mahasiswa lah sebagai pilar kebangkitan. Melalui cara pandangnya lah nasib bangsa akan terbentuk, perlunya penanaman jiwa panji berbudaya sebagai ciri suatu bangsa.

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
kelas kecil 1
Kesempatan kelas kecil ini, kami belajar mengenai pentingnya dalam me-manage waktu yang kita miliki untuk dipergunakan dengan kegiatan yang bermanfaat. Pentingnya manajemen waktu juga harus dimiliki oleh seorang wirausahawan.
Apa sih hubungan Manajemen waktu dengan kewirausahaan? Tentu ada hubungannya. Lalu apa sih keuntungan manajemen waktu yang baik dengan kewirusahaan?. Pada dasarnya orang yang mampu menghasilkan suatu inovasi karya yang berguna bagi keberlangsungan kehidupan adalah orang yang tanpa disadari memiliki jiwa kewirausahaan. Orang tersebut dalam menciptakan suatu karya tentunya memerlukan manajemen waktu yang baik guna untuk keseluruhan rangkaian aktivitasnya dapat terimplementasikan dengan baik sesuai tujuan yang diinginkan. Tidak dipungkiri jika seorang wirausahawan memiliki komitmen manajeman waktu yang baik, jikalau tidak demikian bisa saja seorang wirausahawan tidak mampu melaksanakan rangkaian aktivitasnya dengan baik sesuai tujuan yang telah direncanakan sebelumnya. Jadi, manajemen waktu memiliki peranan yang penting dalam seluruh aspek kehidupan, diantaranya kewirausahaan.

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
11 Oktober 2018 kelas kecil 2
Kelas kecil yang ke-2 ini kami diajarkan mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik serta berbagai macam karakteristik
Sejatinya setiap manusia memiliki kemampuan dalam memimpin dirinya sendiri, namun apa sih arti pemimpin dan kepemimpinan yang sebenarnya?
Pemimpin adalah seseorang yang mampu memberikan pengaruh serta bertanggung jawab terhadap apa yang ia putuskan. Sedangkan, kepemimpinan adalah suatu sikap yang seharusnya dimiliki oleh seorang pemimpin dalam mengimplementasikan tugas dan wewenang yang ia miliki. Seorang pemimpin harus berpegang teguh pada leader's principle, yaitu inisiatif, melayani, nafigasi, serta tanggung jawab.
Pemimpin altruisme adalah pemimpin yang tanpa diminta mampu membantu orang lain.

Be leader means be a learner and listener
#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS


POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
Kelas Besar 2, 13 Oktober 2018
Pada kesempatan kali ini, kami memperoleh ilmu mengenai ruang lingkup organisasi.
Apa sih yang ada di benak kita setelah mendengar istilah "organisasi"?. Organisasi tidak hanya tempat perkumpulan orang saja, melainkan organisasi merupakan suatu wadah atau sarana tempat berkumpulnya individu atas kesamaan visi, misi, dan tujuan tertentu dengan kejelasan struktur yang telah ada. Untuk menciptakan suatu organisasi yang baik, tentunya harus memperhatikan manajemen organisasi serta karakteristik organisasi yang baik, sehingga suatu organisasi akan berjalan sesuai dengan kehendak antar elemen organisasi, hal itu dikarenakan masing-masing individu memiliki kejelasan peran dan terarah. Dalam suatu organisasi, aspek terpenting yang wajib diperhatikan adalah sikap yang mengesampingkan ego dan lebih mengutamakan kepentingan kelompok guna untuk menciptakan altruisme organisasi.

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS






POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
kelas Kecil, 18 Oktober 2018.
Pada kelas kecil kali ini, kami berkunjung ke salah satu museum yang berada di kota Solo, yaitu museum Samanhudi. Dari sini kami mengetahui bagaimana perjuangan yang dilakukan para pendiri negeri ini dalam meraih kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajah yang semena-mena dengan orang pribumi. Perjuangan itu dimulai dari berbagai organisasi-organisasi yang bermunculan secara diam-diam memiliki tujuan untuk menggeser pemerintahan penjajah di bumi pertiwi ini.
Sah satu tokoh pendiri organisasi di nusantara kala itu ialah, Kyai Haji Samanhudi. Beliau adalah seorang pendiri Serekat Dagang Islam, merupakan sebuah organisasi massa di Indonesia  yang awalnya merupakan wadah bagi para pengusaha batik  di Surakarta.

Alasan terkuatnya mengapa ia bertekat untuk mendirikan organisasi tersebut Islam, dalam dunia perdagangan, Samanhudi merasakan perbedaan perlakuan oleh penguasa Hindia Belinda antara pedagang pribumi yang mayoritas beragama Islam dengan pedagang Tionghoa pada tahun 1905. Oleh sebab itu Samanhudi merasa pedagang pribumi harus mempunyai organisasi sendiri untuk membela kepentingan mereka. Pada tahun 1905, ia mendirikan Serekat Dagang Islam untuk mewujudkan cita-citanya terse but.
Berkat jasa-jasanya inilah masyarakat pada saat itu dapat melakukan aktivitasnya sebagai pedagang sesuai dengan rutinitas masing-masing. Sehingga secara tidak langsung memberikan dampak bagi keberlangsungan kehidupan masyarakat Indonesia, terutama para pedagang batik Di Laweyan, Surakarta. Sehingga tidak heran jika K.H. Samanhoedi dihadiahi oleh presiden It. Soekarno sebuah rumah untuknya atas perjuangan yang telah ia torehkan dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah kala itu. (Jas Merah) - Jangan sekali-kali melupakan sejarah. -Ir. Soekarno

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS






POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
Kelas Besar, 20 Oktober 2018
Kelas besar yang ke-3 ini kami mempelajari materi mengenai Public speaking, Lobbying, dan Networking. Apa sih itu? Lalu apa hubungannya? Pentingkah?
Public speaking adalah suatu kegiatan yang dilakukan untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang lain secara umum. Lobbying merupakan suatu kegiatan yang dilakukan dengan berbagai upaya untuk menegosiasikan kepada pihak terkait untuk tujuan tertentu. Networking merupakan jangkauan seseorang terhadap orang lain guna until melakukan lobbying.
Jika networking seseorang luas maka akan mempermudah lobbying, sehingga lobbying akan mudah tercapai sesuai keinginan.
Salah satu alasan mengapa public speaking itu penting, karena seseorang yang sukses dapat berasal dari kemampuan soft skill public speaking yang bagus. Antara lobbying dengan networking dapat dikatakan suatu komponen yang sangat memiliki hubungan erat, karena saling berhubungan dan tentunya menguntungkan dalam keberlangsungan kehidupan Makhluk Sosial.
#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
kelas kecil 4, jum'at 3 November 2018.
Pada kesempatan kali ini, kami diberi kesempatan untuk mengunjungi suatu Lembaga Swadaya Masyarakat yaitu MPPS(Masyarakat Peduli Pendidikan Surakarta). Disini kami belajar mengenai peliknya pendidikan di Indonesia dengan berbagai macam solusi penawar yang diberikan oleh pemerintah.
Hakekatnya semua manusia memerlukan edukasi guna menunjang dalam segala aspek kehidupannya. Pendidikan adalah hak bagi segala warga negara, dan pemerintah mewajibkannya. Tentu harus disertai dengan sarana prasarana yang memadai. Berbagai simpang siurnya dan problema yang ada, diperlukan kerjasama serta komitmen yang kokoh dari semua komponen yang ada, agar tercipta suatu tujuan pendidikan nasional sebagai cita-cita dan harapan bangsa.

#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS





POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
Kewirausahaan

Berbagai manfaat yang dapat kita peroleh melalui belajar wirausaha diantaranya mampu menjadikan kita sebagai pribadi yang mandiri, kuat, tangguh, kemauan dan kemampuan sekuat baja, handal serta memiliki kualitas yang unggul. Selain itu kita juga dapat mengetahui seluk beluk dunia usaha yang terjadi pada saat ini, sehingga menjadikan kita mampu dalam membaca peluang dimasa yang akan datang.
#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
Kelas besar 4, 3 November 2018
Kesempatan kali ini kami belajar mengenai pentingnya mahasiswa melakukan pergerakan. Tentunya dalam pergerakan ini, tidak hanya untuk menyampaikan aspirasi secara individu saja melainkan mahasiswa juga dapat berkontribusi dalam memperjuangkan hak orang lain.
Mengapa mahasiswa perlu melakukan pergerakan? Karena mahasiswa sebagai agent of change, sebagai penyambung lidah rakyat. Siapa yang akan merubah suatu keadaan negara seperti saat era 98 jika pemudanya hanya diam saja? Siapa yang akan selalu kekeh dalam mempertahankan keinginannya? Itulah pentingnya pergerakan seorang mahasiswa.
#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS




POTRET SANG PEMBAHARU NEGERI
Kelas Besar 5, 4 november 2018
'simulasi aksi' ternyata tidak semudah apa yang kita fikirkan. Aksi tidak hanya sebagai wadah bagi mahasiswa dalam mencurahkan emosinya. Tetapi aksi merupakan salh satu cara yang dapat dilakukan terutama pemuda/mahasiswa dalam menuntuk haknyang semestinya didapatkan oleh penerima hak. Tentu dalam aksi telah diatur dalam perundang-undangan mengenai penyampaian aspirasi dimuka umum.
Lalu apakah aksi itu perlu?
Aksi merupakan salah satu cara untuk menyampaikan aspirasi orang banyak. Dengan adanya aksi yang sesuai dengan aturan diharapkan dapat menjembatani terciptanya suatu keadaan yang diimpikan.
#altruismeItuKita
#SPN2018
#GenerasiPembaharuPeradaban
#FKIPUNS         

Sabtu, 04 November 2017


  Kurangi Masehein, Lejitkan Kesadaran Akan Kebudayaan Nasional

(Diya Rofika Rahmawati dan Silvia Putri)
Pembimbing: Afryansyah, S.Pd.
“Ayam bertelur di lumbung padi, mati kelaparan”, pribahasa ini menyiratkan orang yang tak memanfaatkan kekayaannya seperti realitas sekarang, kebudayaan dalam diri generasi muda bangsa yang luntur. Pada masa “Revolusi Budaya” kini budaya berlomba-lomba menunjukkan eksistensinya sebagai ciri dari suatu negara, budaya dominan yang menonjol menimbulkan pengaruh bagi kebudayaan lainnya. Budaya tidak hanya suatu warisan tetapi juga sebagai pola hidup dan etika berbangsa dan bernegara. Di zaman globalisasi ini ”degradasi budaya” menyebabkan hilangnya budaya rasional yang berujung pada pandangan dan pemikiran pemilik budaya itu sendiri. Kini Pemiliknya seperti enggan mengetahuinya, terlebih untuk mengaplikasikan dalam kehidupan bernegara, mereka lebih tertarik untuk  mempelajari budaya negara lain, bahkan ironisnya mereka menjadikan budaya negara lain itu seperti bagian dari jati dirinya dengan alasan agar dikatakan sebagai “anak moderen”. Sehingga masyarakat merasa perlu mengadopsi gaya hidup orang asing sebagai sarana untuk menjadi moderen. Di dalam esai ini, membahas (1) apakah arti kebudayaan secara luas? (2) apa saja masalah yang terjadi akibat revolusi budaya saat ini? dan (3) “bagaimana solusi dan inovasi yang tepat untuk mengatasi sikap Masehein?
Paradigma kebudayaan merupakan suatu “cermin” yang dapat dilihat secara nyata sebagai ciri spesifik kepribadian bangsa. Kebudayaan lahir dari kebiasaan yang diwariskan kepada para generasi muda, kebiasaan turun-temurun yang disepakati bersama ini biasanya dijadikan aturan bagi suatu wilayah atau biasa yang disebut dengan adat. Menurut Undang-Undang Dasar 1945 pasal 32 (anonnim, 2014: 40) mengandung makna bahwa:
Kebudayaan bangsa ialah kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi daya rakyat Indonesia seluruhnya. Kebudayaan lama dan asli yang terdapat sebagai puncak kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia, terhitung sebagai kebudayaan bangsa. Usaha kebudayaan harus menuju kearah kemajuan adab, budaya dan peratuan, dengan tidak menolak bahan bahan baru dari kebudayaan asing yang dapat memperkembangkan atau memperkaya kebudayaan bangsa sendiri, serta mempertiggi derajat kemanusiaan bangsa Indonesia.
Adapun pengertian kebudayaan menurut beberapa ahli diantaranya, menurut Haviland (dikutip Kurnia, 2015:1) mengatakan bahwa “ Kebudayaan merupakan seperangkat norma dan peraturan yang dimiliki bersama oleh para anggota masyarakat, yang apabila dilaksanakan anggotanya akan melahirkan perilaku yang dipandang layak dan diterima semua masyarakat. Sedangkan  menurut Koentjaraningrat (dikutip Anugrah, 2016:1) kebudayaan adalah “keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengn belajar.” Senada dengan  Ki Hajar Dewantara (dikutip Anugrah, 2016: 1) “kebudayaan adalah buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertip dan damai.”
Tetapi dalam beberapa realitanya terjadi penyimpangan terhadap kehidupan berbudaya yang sekarang ini bukan menjadi hal yang tabu. Seperti budaya berpakaian, kebiasaan, sikap dan etika mengalami perubahan drastis. Bukan hanya “Westernisasi” dan “Easternisasi” tetapi pola perilaku berbudaya mengalami degradasi. Virus ini merupakan infektor timbulnya paham-paham penyimpangan yaitu Masehein. Masehein adalah suatu pola hidup kebarat-baratan yang dapat menyebabkan unsur budaya terkikis oleh tindakan materialistik, sekularis, hedonis, dan  individual. Menurut Kurniawan (dikutip Maryati dan Suryawati), Masehein merupakan singkatan dari materialisme, sekularisme, hedonisme, dan individualisme. Adapun paham-paham tersebut akan dijelaskan sebagai berikut:
1.         1. Materialisme, merupakan paham yang selalu memandang segala sesuatu berdasarkan materi atau harta benda.
2.      2. Sekularisme, suatu paham yang menilai bahwa manusia tidak terikat pada nilai-nilai agama, tetapi hanya mengutamakan akal pikiran dan pendekatan ilmiah rasional.
3.        3. Hedonisme, suatu paham yang menganggap bahwa kesenangan atau kenikmatan duniawi merupakan tujuan hidup dan tindakan manusia.
4.       4.   Individualisme, suatu paham yang selalu mementingkan kepentingan sendiri.
            Berdasarkan penjelasan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 32, jika dikaitkan dengan peristiwa yang terjadi di masyarakat Indonesia dimana Revolusi Budaya dapat menimbulkan sikap Masehein, cara yang tepat untuk mengatasi hal ini, pertama dimulai dengan diri kita  sendiri dengan menyikapi Revolusi Budaya ini secara selektif dalam menuju ke arah kemajuan budaya dan pola hidup, yaitu dengan memfilter gaya budaya asing.  Kedua, upaya masyarakat membangun budaya berjalan seperti penyuluhan terhadap sikap-sikap patriotisme dan membangun kerja sama di antar sesama serta melakukan kegiatan pengembangan budaya beretika dengan memperhtikan aspek kebersamaan
Selain mengurangi pola hidup Masehein, dalam segi kebudayaan dapat disolusikan dengan melakukan perkembangan terhadap pemikiran-pemikiran masyarakat dan pembaharuan yang tetap berpegang teguh pada prinsip kebudayaan nasional seperti pengembangan kebudayaan yang sesuai dengan perkembangan zaman. Contohnya dalam segi pola hidup yang dapat dilakukan adalah dengan cara menanamkan nilai-nilai moral yang kuat berlandaskan agama serta mengembangkan cara hidup tolong-menolong antar sesama manusia,
            Dari masalah tersebut inovasi yang dapat diberikan adalah membentuk suatu organisasi  yang mengedepankan nilai-niai agama, sosial, dan budaya nasional dengan nama Revolusi Generasi Berbudaya (RGB). Organisasi yang beranggotakan para remaja ini diharapkan menjadi organisasi resmi yang dapat diterapkan di berbagai daerah dengan tujuan membentuk jiwa berbudaya, etika dalam beragama, bersosial maupun pengemban budaya nasional bangsa Indonesia. Dulu dikala hanya para petua yang melakukan penyelengagaraan budaya, sekarang remaja Indonesia sebagai generasi bangsa dapat ikut andil dan terjun langsung dalam pengelolaannya. Dengan adanya program ini para remaja  dapat mengekspresikan kepeduliannya  terhadap budaya, disamping itu dalam kegiatannya remaja juga berusaha menerapkan sistem ekonomi kreatif seperti diadakannya pawai budaya yang menerapkan sistem penjualan hasil kerajinan daerah yang dibuat sendiri oleh remaja sehingga keuntungan yang dihasilkan dapat digunakan sebagai simpanan organisasi. Berkenaan dengan sikap Masehein yang muncul di masyarakat, organisasi ini dapat mengatasi hal tersebut karena dengan berorganisasi ini dapat mengatasi sifat Materialisme seperti menanamkan rasa proteksi terhadap budaya Indonesia bahwa suatu budaya merupakan sesuatu yang berharga dan tidak ternilai harganya.. Selain itu organisasi ini juga menanamkan sikap spiritual terhadap para remaja sebagai pondasi diri di zaman modern ini dengan berarti sikap sekularisme dan hedonisme dapat dikurangi. Dalam mengatasi individualisme organisasi adalah langkah yang tepat untuk membentuk sikap pragmatis atau mengutamakan kepentingan bersama. Dengan terselenggaranya organisasi ini merupakan suatu sarana dalam mengatasi sikap Masehein yang berkembang di kalangan para remaja.
Berdasarkan paparan diatas, mengenai sikap generasi muda pada saat ini dalam mengikuti jejak Revolusi Budaya selain memiliki sikap selektif dalam mengadopsi gaya hidup bangsa asing yang tidak sesuai dengan bangsa Indonesia, mengurangi sikap Masehein merupakan hal yang penting dalam mengatasi hilangnya kehidupan berbudaya para remaja baik dari segi kebudayaan nasional, pola hidup, etika, sosial dan spiritual yang sejak dulu telah tertanam di dalam jati diri masyarakat Indonesia. Untuk mengurangi sikap Masehein tersebut dapat dilakukan dengan membentuk suatu wadah organisasi yang diharapkan dapat menjadi obat penawar secara langsung khususnya bagi para remaja. Organisasi ini bukan semata-mata sebagai sarana untuk bersenang-senang saja tetapi sebagai penanam karakter disiplin berbudaya dengan tetap mempertahankan norma dan moral yang sesuai dengan nilai luhur bangsa.
Dengan demikian sebagai pemilik dan pewaris nilai-nilai luhur bangsa Indonesia sudah sepantasnya melestarikan dan menjaga budayanya sendiri dan memperhatikan sikap yang sesuai dengan falsafah budaya etika dan moral yang telah lama dianut oleh pendiri budaya bangsa. Maka dari itu bagi para generasi muda Indonesia tanamkanlah jiwa bertanggung jawab terhadap segala aspek kehidupan baik agama, sosial, dan kebudayaan bangsa.


Daftar Pustaka
Anonim. 2014. Undang-Undang Dasar Republik Indonesia dan Amandemennya. Solo: Sendang Ilmu.
Anugrah, Dimas. 2016. Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli. http://dimasilmusejarah2015.blogspot.co.id/2016/08/pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli.html. Diakses pada 10 Oktober 2017.
Kurnia, Jaya. 2015. Pengertian Kebudayaan Menurut Para Ahli Dunia.  http://pengayaan.com/pengertian-kebudayaan-menurut-para-ahli-dunia/. Diakses pada 10 Oktober 2017.
Maryati, Kun dan Juju Suryawati. 2014. Sosiologi Kelompok Peminatan Ilmu-Ilmu Sosial Untuk SMA/MA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.


Selasa, 01 Agustus 2017


Revolusi Amerika
Akhir- akhir ini, penerapan akan nilai- nilai serta kewajiban untuk menjunjung tinggi hak asasi manusia mengalami penurunan. Oleh karena itu kita wajib menjunjung tinggi serta menghormati akan nilai hak asasi manusia tersebut, karena pada hakikatnya setiap manusia memiliki hak asasi masing- masing yang mereka bawa sejak lahir dan tidak dapat dicabut. Sehigga manusia biasanya akan melakukan suatu bentuk pertentangan untuk merubah keadaan seperti apa yang mereka inginkan, yang disebut dengan revolusi. Revolusi  merupakan perubahan ketatanegaraan (pemerintahan atau keadaan sosial) yang dalam dilakukan dengan kekerasan (seperti dengan perlawanan bersenjata).
Adapun pengertian revolusi menurut para ahli akan dijabarkan sebagai berikut:
Menurut Funk, Wagnalls (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1) revolusi adalah sebuah perubahan sosial atau politik dengan memakai tindakan secara paksa, dipengaruhi oleh kekejaman dan bentrok senjata; revolusi juga berarti perubahan sistem politik, namun secara cepat dan total, melalui cara-cara di luar konstitusi dan pengingkaran atas lembaga pemerintahan. Lain halnya menurut Black’s Law Ditionary (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1)revolusi diartikan “on overthrow of a government usu. Resulting in fundamental political change, a successful rebellion”(meruntuhkan pemerintah yang ada, menghasilkan perubahan politik secara fundamental, dan sebuah pemberontakan yang sukses). Sedangkan menurut Samuel Huntington (didalam http://infodanpengertian.blogspot.co.id/2016/02/pengertian-revolusi-menurut-para-ahli.html., 2016:1) merumuskan revolusi sebagai suatu penjungkirbalikan nilai-nilai, mitos, lembaga-lembaga politik, struktur sosial, kepemimpinan, serta aktifitas maupun kebijaksanaan pemerintah yang telah dominan di masyarakat.
            Jadi, revolusi adalah suatu perubahan dalam segala bidang, biasanya sistem politik atau pemerintahan yang terjadi dalam suatu tempat, atau wilayah dan berlangsung secara cepat, biasanya diawali ketidak inginan suatu kelompok mengenai suatu hal sehingga mengakibatkan bentrokan antara suatu kelompok dan pihak yang tidak diinginkan.

Adapun salah satu peristiwa revolusi yang mungkin tidak asing bagi kita adalah revolusi yang terjadi pada suatu Negara yang dahulunya dijajah oleh bangsa lain, namun sekarang menjadi salah satu Negara adidaya, yakni revolusi Amerika. Pada  tahun 1942 dianggap sebagai awal dari kolonisasi Eropa atau benua Amerika. Pada tahun yang sama Christopher Columbus berlabuh di Kepulauan Karibia, Dominika, dan Puerto Rico. Penjelajahan yang dilakukannya ini awalnya bertujuan ke Hindia Timur (India). Setelah mengarungi Samudra Atlantik, ia berlabuh di salah satu benua yang awalnya ia kira adalah India sehingga ia menyebut penduduk asli daerah itu adalah “Indian”.Penemuan tersebut membuat Eropa pun genpar karena marasa lelah menemukan sebuah ‘Dunia Baru”. Sebelumnya, bagi orang Eropa , dunia ini hanya terdiri atas Eropa, Asia, Afrika, yang disebut dengan dunia lama. Menurut Hapsari dan Adil (2014:202)

Dengan kedatangan tersebut, perlu diketahui bahwa Christopher Columbus tidak hanya sendiri, melainkan  juga mengerahkan tiga buah kapal. Setelah kedatangan Colombus,  pada beberapa tahun selanjutnya awal abad ke-16 seorang navigator dan pedagang dari Florence, Italia yang bernama Amerigo Vespucci tiba di Amerika.

Kedatangan Vespucci menyadarkan banyak orang Eropa, bahwa daerah yang ia datangi tersebut sebenarnya merupakan daerah baru yang belum pernah dikunjungi oleh orang Eropa sebelumnya. Pada tahun tahun selanjutnya setelah kedatangan kedua pelaut  tersebut, maka dimulailah gelombang migrasi orang-orang Eropa ke Benua Amerika. Orang-orang Inggris dan Perancis pada umumnya banyak menetap di Amerika Utara, sedangkan orang-orang Portugis dan Spanyol banyak mendirikan koloni di Amerika Selatan. Kedatangan mereka ini dikarenakan karena beberapa motivasi sehingga menyebabkan mereka untuk berdatangan dan bertempat tinggal di Amerika. Akan tetapi,lambat-laun mereka membentuk koloni-koloninya hingga sebanyak 13 koloni.

Pada tahun 1607 Inggris mendirikan koloni pertamanya serta membentuk kongsi dagang dengan nama East India Company (EIC). Setelah itu Iggris terlibat perang dengan Spanyol, dan Prancis, namun Inggris mampu menguasai 13 koloni yang bertempat tinggal di Amerika. Hal ini memicu hubungan yang tegang antara Inggris dan Prancis yang mengarah ke peperangan. Perang tersebut berlangsung selama tujuh tahun (1756-1763) dengan kemenangan berada ditangan Inggris.

Untuk mengganti kerugian perang selama tujuh tahun tersebut, Inggris menetapkan pajak yang tinggi bagi daerah koloninya, yaitu:
a)      Sugar Act (undang-undang gula, 1764) pajak terhadap setiap impor gula kaum koloni Amerika.
b)      Stampt Act (undang-undang materai, 1765) pemberlakuan bawa materia terhadap segala dokumen resmi yang dikeluarkan koloni Amerika.
c)      Townsend Act(undang-undang tawnsend) yaitu pemberlakuan pajak terhadap timah, cat, gelas ,dan kertas.
d)     Tea Act (undang-undang teh, 1773) yaitu aturan monopoli teh isi yang mengharuskan kaum koloni membeli teh hanya kepada EIC(Kongsi dagang Inggris).

Hal ini membuat daerah koloninya memulai aksi penolakannya terhadap semua Undang-Undang serta kebijakan Inggris, berupa pemboikotan terhadap teh Inggris dengan melakukan pembuangan muatan teh yang diangkut oleh kapal yang sedang Merapat di pelabuhan Boston (the Boston Tea Party). Disamping itu karena mereka telah lama mengenal faham liberal/kebebasan dalam politik. Sehingga membuat Inggris marah, dan memaksa daerah koloni untuk membayar pajak dan menghentikan pemberontakan namun Amerika tetap pada pendiriannya yakni tidak mau mentaati perintah Inggris.

            Sebagai reaksi terhadap pertempuran tersebut, maka pada bulan Oktober 1774 diadakan pertemuan bersama 13 koloni di Philadelphia. Pada kongres pertama tersebut kaum koloni belum membicarakan mengenai kemerdekaan Amerika, dan belum memiliki kejelasan sikap tentang motivasi peperangan mereka melawan Pemerintah Inggris. 

Maka pada tahun 1775 diadakan Kongres kedua dengan keputusan 13 koloni tidak lagi mengakui wewenang parlemen Inggris atas kaum koloni Amerika. Pada kongres kongres itu kaum koloni belum membicarakan mengenai kemerdekaan mereka bertempur melawan tentara Inggris karena mereka merasa tertindas oleh aturan-aturan Inggris , akan tetapi hal ini berubah setelah pada tahun 1776 orang Amerika membaca buku Thomas paine common sense, yang berisi tentang alasan mengapa Amerika harus merdeka. Lalu pada bulan Juli 1776 diadakan Kongres ketiga dengan keputusan untuk mendeklarasikan kemerdekaan (Declaration of independence) pada 4 Juli 1776.

Pendeklarasian kemerdekaan Amerika ini segera mengundang reaksi hebat dari Inggris,  yang lalu terjadilah perang kemerdekaan Amerika. Dalam perang kemerdekaan, Amerika mendapat bantuan dari pasukan Perancis dibawah Jendral Lafayette,  selain Perancis Spanyol juga ikut membantu karena dahulunya Inggris adalah musyuh Spanyol dan Prancis..  Akhirnya pada 3 September 1783 ditandatangani perjanjian Paris yang isinya Inggris mengakui kemerdekaan Amerika Serikat.
(dalam http://www.hariansejarah.id/2017/01/revolusi-amerika-1775-1783-dari-koloni.html.,  2017:1).

Peristiwa ini memotivasi kita untuk selalu menjunjung tinggi betapa berharganya nilai hak asasi manusia serta kewajiban kita untuk  menghormatinya. Semoga kita semua dapat berpartisipasi dalam menegakkan keadilan yang kini kian melemah.

Daftar Pustaka
para-ahli.html. Diakses pada 29 Juli 2017. Pukul 10:18:30.

Hapsari, Ratna dan M Adil. 2014. Sejarah Indonesia: Kelompok Peminatan Kelas 2 SMA.                                        Jakarta: Erlangga.

Sejarah, Teman. 2017. Revolusi Amerika (1775-1783), Dari Koloni menjadi Negara Adi Kuasa.                                 http://www.hariansejarah.id/2017/01/revolusi-amerika-1775-1783-dari-koloni.html.                                    Diakses pada 29 Juli 2017. Pukul